JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyiapkan sekitar 1.000 perwira TNI dan Polri untuk diturunkan ke berbagai daerah guna memperkuat sosialisasi dan edukasi masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Utama Satuan Tugas Karhutla Provinsi Sumatra Selatan, Palembang, Senin (24/8/2026). Pemerintah menempatkan pencegahan dan pemadaman sebagai bagian dari penanganan karhutla secara bersamaan.
“Jadi kami di pusat, terutama TNI juga Polri, menyiapkan 1.000 perwira untuk diturunkan untuk membantu sosialisasi dan edukasi,” kata Prabowo.
Para perwira tersebut akan ditempatkan bersama petugas dan pejabat yang telah berada di daerah.
Menurut Prabowo, keterlibatan unsur pemerintah pusat diperlukan karena persoalan kebakaran hutan dan lahan berdampak luas terhadap masyarakat.
“Maksud saya biar dari pusat ikut ada rasa keterlibatan karena masalah kebakaran hutan ini adalah masalah seluruh bangsa, seluruh negara,” ujarnya.
Selain memperkuat edukasi, Prabowo meminta setiap titik panas yang teridentifikasi segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Pemerintah juga tetap mewaspadai kondisi cuaca. Prabowo menyebut potensi El Nino yang cukup berat menjadi salah satu alasan perlunya peningkatan kewaspadaan terhadap karhutla.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan