“Bayangkan, pasukan saya sendiri itu berkeluh kesah di sosmed, menambah negatif dari MBG. Tapi saya nggak peduli, karena disiplinnya memang harus ditegakkan,” ujarnya.
Di tengah sorotan tersebut, Sudaryono mengungkapkan BGN telah melakukan penertiban terhadap dapur MBG yang dinilai bermasalah. Ia menyebut hampir 2.000 dapur telah ditutup.
“Saya baru tutup hampir 2.000 dapur kemarin, ya,” kata Sudaryono.
Selain penutupan dapur, Sudaryono juga menyiapkan sanksi terhadap kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyebabkan kasus keracunan. Mereka terancam tidak mendapatkan perpanjangan kontrak kerja.
“Ini lagi, kalau ada lagi, semua, Pak Ketut, semua SPPG kepala dapur yang menyebabkan keracunan tidak boleh diperpanjang PPPK-nya,” jelasnya.
Sudaryono menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari penertiban untuk memperbaiki pelaksanaan MBG. Ia juga mengakui adanya keluhan dari sejumlah pihak yang terdampak kebijakan penertiban, termasuk dari internal BGN dan pemasok.
“Jadi sudah ada ideologis politis, ada orang-orang di dalam BGN yang saya tertibkan ini juga komplain. Ditambah lagi, mohon maaf, ditambah lagi supplier-supplier ini komplain juga. Jadi, sempurnalah MBG ini,” kata dia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan