Washington menyampaikan angka yang lebih tinggi, sementara sejumlah perusahaan pelacakan mencatat arus yang lebih rendah dan tidak stabil.

Washington juga menyebut adanya kapal yang melintas dengan fasilitasi atau perlindungan dari Amerika Serikat.

Kondisi tersebut membuat volume 20 juta barel dalam satu akhir pekan belum menunjukkan bahwa aktivitas pelayaran telah kembali ke tingkat normal sebelum konflik.

Ketidakpastian geopolitik juga masih berlangsung. Trump pada Sabtu (26/9/2026) mengatakan dirinya menolak proposal Iran yang menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari dengan sejumlah persyaratan.

“Kami memegang kendali penuh atas Selat Hormuz. Minyak dalam jumlah besar keluar dari Selat Hormuz. Tadi malam, ada 29 kapal yang melintas keluar,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi sebelumnya mengatakan Teheran telah menyampaikan rencana konkret melalui Qatar.

Berdasarkan rencana tersebut, Selat Hormuz dapat dibuka kembali dalam tujuh hari setelah persyaratan tertentu dipenuhi, sebelum pembicaraan mengenai kesepakatan final dimulai.

Pasar minyak masih merespons perkembangan tersebut. Harga Brent pada Senin (28/9/20226) kembali bergerak naik setelah ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz berlanjut.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.