RUTENG  — Seminggu pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), keluhan warga terdampak mulai mencuat. Penyaluran bantuan logistik disebut belum merata dan dinilai belum menyentuh sejumlah wilayah pelosok, salah satunya Dusun Kuwu, Desa Nenu, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai.

Kepala Dusun Kuwu, Rikardus Nelo, mengatakan warga terdampak masih bertahan dengan kondisi seadanya. Mereka menempati sejumlah posko darurat yang dibangun secara mandiri di sekitar kantor desa maupun halaman rumah warga.

“Bantuan itu tidak pernah turun. Warga terpaksa bertahan di posko-posko mandiri yang didirikan di sekitar kantor desa maupun halaman rumah warga,” ujar Rikardus saat dikonfirmasi, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga harus mengandalkan bantuan dari sesama warga serta sumber daya yang tersedia di sekitar mereka.

Padahal, kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, perlengkapan tidur, selimut, hingga obat-obatan sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang rumahnya terdampak.

Keluhan serupa disampaikan Rofinus Coku, warga Dusun Nenu. Ia mempertanyakan respons pemerintah daerah dan DPRD terhadap kondisi masyarakat yang masih berada dalam situasi darurat.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.