BNPB menyebut korban tambahan tersebut meninggal akibat dampak tidak langsung dari gempa.
Selain korban meninggal, jumlah warga yang mengalami luka-luka juga meningkat menjadi 986 orang, atau bertambah 79 orang dari data sebelumnya yang mencapai 907 orang.
Jumlah warga yang mengungsi juga mengalami peningkatan signifikan. Hingga Jumat (21/8/2026), tercatat 110.785 orang mengungsi, naik dari 92.735 orang pada hari sebelumnya.
44.946 Rumah Rusak
Dari sisi kerusakan bangunan, BNPB mencatat sebanyak 44.946 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut.
Data tersebut masih bersifat dinamis dan terus diperbarui oleh posko penanganan bencana di masing-masing kabupaten. Pemerintah melakukan pendataan berdasarkan tingkat kerusakan serta identitas warga terdampak.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, mengatakan pemutakhiran data akan terus dilakukan di lapangan.
“Posko di setiap kabupaten akan terus memutakhirkan data kerusakan dengan kategori tingkat kerusakannya,” ujar Berton.
Menurutnya, pendataan rumah rusak dilakukan dengan prinsip by name, by address, yakni berdasarkan nama dan alamat warga yang terdampak. Langkah tersebut diperlukan agar proses penanganan dan penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan