Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi setelah MSCI mencoret sejumlah emiten Indonesia dari indeks globalnya. Namun, di tengah tekanan pasar tersebut, pelaku pasar dinilai justru memiliki peluang melakukan akumulasi pada saham-saham berkualitas yang mengalami koreksi berlebihan.

IHSG bergerak di zona merah sejak awal perdagangan saham pada Rabu (13/5), menyusul pengumuman MSCI terkait evaluasi indeks global Mei 2026. Pada pukul 11.35, IHSG berada di level 6.739,78, turun 1,74%.

Co-Founder PasarDana sekaligus praktisi pasar modal, Dr. Hans Kwee, mengatakan pelaku pasar seharusnya tidak terjebak dalam kepanikan jual atau panic selling menyusul keputusan MSCI tersebut.

“Perlu dipahami bahwa penghapusan (deletion) sejumlah emiten dari indeks ini lebih bersifat teknikal terkait metodologi bobot dan likuiditas, bukan serta-merta mencerminkan kerusakan fundamental pada perusahaan tersebut,” kata Hans kepada wartawan, Rabu (13/5).

Menurut Hans, sebagian besar fund manager dan pelaku pasar sebenarnya telah mengantisipasi penghapusan sejumlah saham oleh MSCI dalam beberapa bulan terakhir. Rebalancing portofolio oleh fund manager pasif, lanjutnya, kemungkinan masih akan berlangsung hingga akhir Mei.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.