“Di balik volatilitas jangka pendek ini, justru terbuka peluang untuk melakukan akumulasi pada saham-saham blue chip dan sektor Small Cap yang harganya terkoreksi secara anomali akibat kepanikan dan tekanan jual paksa (forced selling) oleh fund manager pasif,” ujarnya.
Dalam evaluasi terbarunya, MSCI tidak menambahkan emiten Indonesia baru ke dalam MSCI Global Standard Indexes. Sebaliknya, enam saham Indonesia dikeluarkan dari MSCI Indonesia Index, yakni Amman Mineral Internasional, Barito Renewables Energy, Chandra Asri Pacific, Dian Swastatika Sentosa, Petrindo Jaya Kreasi, dan Sumber Alfaria Trijaya.
Sementara itu, MSCI hanya memasukkan satu saham Indonesia ke MSCI Global Small Cap Indexes, yaitu Sumber Alfaria Trijaya. Di sisi lain, terdapat 13 saham Indonesia yang dihapus dari MSCI Indonesia Small Cap Index.
Hans menilai keputusan MSCI ini dapat menjadi momentum pembenahan pasar modal Indonesia, terutama dalam meningkatkan transparansi dan perlindungan investor.
“Upaya SRO dalam mendorong keterbukaan informasi yang lebih real-time serta langkah tegas OJK dalam mereformasi perlindungan investor minoritas akan menjadi sinyal positif bagi lembaga pemeringkat global seperti MSCI,” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan