Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati pengumuman Index Review Rebalancing yang dirilis MSCI Inc. pada 12 Mei 2026 dan terus memantau pergerakan pasar modal domestik pascapengumuman tersebut.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan perubahan komposisi indeks MSCI merupakan bagian dari mekanisme review berkala yang didasarkan pada sejumlah parameter, seperti kapitalisasi pasar, free float, likuiditas, dan dinamika harga saham.
“Perubahan komposisi indeks MSCI merupakan bagian dari mekanisme review berkala yang didasarkan pada sejumlah parameter seperti kapitalisasi pasar, free float, likuiditas, dan dinamika harga saham. Rebalancing ini tidak hanya dialami oleh Indonesia, tetapi juga hampir seluruh pasar Asia-Pasifik pada review kali ini,” kata Friderica di Jakarta, Rabu.
Ia mencontohkan, pada MSCI Global Standard Index, Jepang mengalami 14 emiten keluar, Taiwan tujuh emiten keluar, Malaysia enam emiten keluar, Korea Selatan tiga emiten keluar, bahkan Tiongkok meskipun menambah 22 emiten juga mengalami 24 emiten keluar. Menurutnya, hal ini mencerminkan adanya penyesuaian global portfolio allocation dan dinamika pasar yang cukup luas di berbagai negara, bukan semata isu spesifik Indonesia.
“Kami memandang ini sebagai momentum untuk terus memperkuat integritas dan pendalaman pasar modal Indonesia. OJK bersama seluruh stakeholders akan terus mendorong penguatan market integrity, peningkatan free float dan likuiditas, perluasan basis investor, serta penguatan governance emiten agar daya saing pasar modal Indonesia semakin kuat dan berkelanjutan,” kata Friderica.
Dalam evaluasi terbarunya, MSCI tidak menambahkan emiten baru dari Indonesia ke dalam MSCI Global Standard Indexes. Sebaliknya, enam saham Indonesia dikeluarkan dari MSCI Indonesia Index, yakni Amman Mineral Internasional, Barito Renewables Energy, Chandra Asri Pacific, Dian Swastatika Sentosa, Petrindo Jaya Kreasi, dan Sumber Alfaria Trijaya.
Sementara itu, MSCI hanya memasukkan satu saham Indonesia ke MSCI Global Small Cap Indexes, yaitu Sumber Alfaria Trijaya. Di sisi lain, terdapat 13 saham Indonesia yang dihapus dari MSCI Indonesia Small Cap Index.
Emiten yang dikeluarkan meliputi Aneka Tambang, Astra Agro Lestari, Bank Aladin Syariah, Bumi Serpong Damai, Dharma Satya Nusantara, Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Midi Utama Indonesia, Mitra Keluarga Karyasehat, MNC Digital Entertainment, Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Pacific Strategic Financial, Sawit Sumbermas Sarana, dan Triputra Agro Persada.
Menurut Friderica, fundamental sektor jasa keuangan Indonesia tetap resilient dan stabil, sehingga volatilitas jangka pendek maupun perubahan indeks global tidak mengubah komitmen OJK untuk terus mewujudkan pasar modal yang sehat, transparan, dan kredibel bagi investor domestik maupun global.
Ke depan, OJK juga akan terus memperkuat koordinasi dengan Self-Regulatory Organizations (SRO) dan para pemangku kepentingan guna memastikan pasar modal Indonesia semakin atraktif, likuid, dan investable dalam jangka panjang.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan hasil rebalancing yang diumumkan MSCI telah diantisipasi sebelumnya.
Menurut Hasan, keluarnya sejumlah emiten Indonesia dari indeks MSCI merupakan konsekuensi jangka pendek dari proses reformasi integritas pasar modal yang telah dilakukan OJK dan SRO.
“Secara struktural ini tentu akan memiliki implikasi jangka pendek berupa penurunan dan reaksi penyesuaian harga-harga saham yang terdampak. Sehingga istilah short-term pain, bahwa kita harus menghadapi tingkat penurunan di jangka pendek ini menjadi konsekuensi yang sudah kita perhitungkan dan perkirakan sejak awal,” kata Hasan.
Hasan mengatakan hasil index review MSCI Mei 2026 menunjukkan meningkatnya transparansi pasar modal Indonesia memudahkan index provider global menilai komposisi free float saham secara lebih akurat. Menurut dia, sejumlah saham yang sebelumnya mengklaim memiliki porsi free float tertentu ternyata tidak sepenuhnya memenuhi kategori free float setelah struktur kepemilikannya dibuka, sehingga sebagian saham tidak lagi memenuhi kriteria indeks global.
Menurut Hasan, pengumuman rebalancing indeks MSCI kali ini menjadi momentum pembentukan basis baru pasar modal Indonesia yang akan menghadirkan kualitas saham-saham tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), sekaligus melanjutkan agenda reformasi integritas pasar modal.
“Kita harapkan akan membentuk baseline baru, untuk kemudian ke depan akan semakin menghadirkan kualitas saham-saham tercatat di Bursa, dan tentu semakin banyak kita harapkan nanti saham-saham tersebut kita dorong untuk menjadi pilihan investasi para investor,” katanya.
Hasan juga optimistis pasar modal Indonesia tetap prospektif dan menarik, ditopang fundamental perekonomian domestik yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, dan kinerja fundamental emiten yang positif.
Menurut Hasan, pasar modal Indonesia juga tetap kompetitif, antara lain tercermin dari Price-to-Earnings Ratio (PER) IHSG yang berada di level 16 kali, serta capaian pendapatan dan laba emiten pada triwulan I-2026 yang masih tumbuh positif.
OJK, kata dia, terus berkoordinasi erat dengan SRO dalam mencermati perkembangan pasar dan menyiapkan respons kebijakan yang diperlukan. Hal itu termasuk sejumlah kebijakan stabilisasi yang telah diperpanjang, seperti buyback saham tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Selain itu, koordinasi dan sinergi dengan para pemangku kepentingan akan terus diperkuat guna mengimplementasikan dan mempercepat berbagai inisiatif reformasi integritas pasar modal demi meningkatkan kredibilitas dan investability pasar modal Indonesia secara global.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan