Kegagalan pada salah satu tahapan dapat berujung pada masalah kesehatan dalam skala besar.
Karena itu, pemeriksaan setelah kejadian tidak cukup. Sistem pengawasan harus mampu mendeteksi potensi masalah sebelum makanan didistribusikan.
Kasus Tana Toraja memberikan gambaran mengenai pentingnya persoalan tersebut. Sebanyak 173 siswa dan guru dilaporkan mengalami gangguan kesehatan, sementara pemerintah daerah masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebabnya.
Dalam kondisi seperti itu, makanan yang dicurigai bermasalah seharusnya dapat segera dihentikan distribusinya sambil menunggu pemeriksaan laboratorium.
Kritik Masyarakat Sipil: Persoalannya Lebih Dalam
Kritik terhadap MBG juga datang dari masyarakat sipil, terutama terkait transparansi dan tata kelola.
Indonesia Corruption Watch (ICW), dalam pemantauan terhadap pelaksanaan MBG, menemukan variasi standar pelaksanaan antarwilayah, termasuk kualitas dapur, higienitas dan komposisi makanan.
ICW juga menyoroti adanya indikasi kedekatan sebagian pengelola SPPG dengan politisi, pejabat publik maupun aparat penegak hukum. Temuan tersebut dinilai menunjukkan kerentanan program terhadap patronase dan persoalan akuntabilitas.
Dalam laporan lainnya, ICW menyebut keterbukaan mengenai anggaran, tata kelola dan data SPPG masih menjadi persoalan yang menyulitkan pengawasan publik. ([Antikorupsi] [8] )
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan