Sebanyak 53,3 persen responden menyatakan lebih cenderung memilih calon anggota legislatif, sedangkan 24,7 persen lebih cenderung memilih partai politik.
Temuan ini menjadi konteks penting bagi elektabilitas Gerindra. Tingginya angka partai tidak serta-merta berarti seluruh pilihan tersebut hanya ditentukan oleh identitas kelembagaan partai.
Survei Poltracking sendiri mengukur pilihan responden melalui simulasi dengan pertanyaan mengenai partai politik atau calon anggota DPR RI yang akan dipilih jika pemilu digelar saat survei berlangsung.
Dengan demikian, angka 23,2 persen merupakan potret elektoral pada saat survei dilakukan, sementara kuatnya asosiasi Prabowo sebesar 26,1 persen menunjukkan bahwa figur ketua umum sekaligus presiden masih menjadi bagian penting dari cara publik mengingat Gerindra.
Poltracking menekankan bahwa hasil tersebut merupakan potret pada pertengahan Agustus 2026 dan dinamika elektoral masih dapat berubah mengikuti isu serta strategi masing-masing partai politik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan