JAKARTA — Calon Kapolri Komjen Pol. Suyudi Ario Seto tidak menempatkan 100 hari pertama kepemimpinannya sebagai momentum untuk sekadar memperkenalkan sebanyak mungkin program.
Jika mendapat persetujuan DPR RI, periode tersebut akan digunakan untuk memeriksa kondisi Polri, menguji pembenahan, dan menunjukkan hasil perubahan dengan doktrin “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai arah kepemimpinannya.
Suyudi menyampaikan gagasan tersebut saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (1/10/2206).
Menurut Suyudi, doktrin “Polisi Bersama Masyarakat” menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi pelaksanaan tugas kepolisian.
Doktrin tersebut sekaligus menjadi bagian dari arah transformasi Polri apabila dirinya mendapat persetujuan DPR RI untuk memimpin Korps Bhayangkara.
Suyudi mengatakan pembenahan institusi harus dimulai dengan keberanian melihat kekurangan Polri secara jernih.
Pada saat yang sama, capaian yang telah dibangun oleh pimpinan sebelumnya tetap harus dijaga dan dikembangkan.
“Sekaligus menjaga dan memperluas capaian yang telah dibangun para pendahulu,” kata Suyudi.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI itu kemudian memaparkan agenda 100 hari pertama yang akan dijalankan apabila nantinya menjabat sebagai Kapolri.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan