Data tersebut menunjukkan posisi elektoral kedua partai masih memiliki jarak yang cukup besar. Namun, menurut Gual, membaca dinamika 2029 hanya dari angka elektabilitas saat ini belum cukup untuk melihat arah perubahan.
“Pertanyaan yang lebih penting adalah dari mana pertumbuhan PSI akan datang. Kalau pertumbuhannya berasal dari pemilih baru atau kelompok yang sebelumnya tidak terikat dengan partai, PSI sedang membangun ruang politiknya sendiri. Tetapi kalau pertumbuhannya banyak bersinggungan dengan basis politik yang selama ini berada dalam orbit pemerintahan, akan muncul irisan ruang politik dengan partai-partai lain,” ujar Marcel Gual.
Konsolidasi Menuju 2029
Masuknya Jokowi ke Dewan Pembina juga berlangsung ketika PSI mulai memperkuat organisasi menuju Pemilu 2029.
Ahmad Ali menyebut aktivitas Jokowi di sejumlah daerah sebagai bagian dari konsolidasi kader PSI.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa keterlibatan Jokowi tidak hanya ditempatkan sebagai dukungan simbolik terhadap partai, tetapi juga dikaitkan dengan aktivitas organisasi.
Di Bandung, Wakil Ketua Umum DPP PSI Endang Tirtana menyebut bergabungnya Jokowi membuat partainya semakin optimistis menghadapi Pemilu 2029.
Namun, proses mengubah pengaruh figur menjadi kapasitas partai membutuhkan lebih dari sekadar popularitas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan