JAKARTA — Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto membawa gagasan “Polisi Bersama Masyarakat” ketika menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR RI, Kamis (1/10/2026).

Di forum tersebut, Suyudi uang yang merupakan calon tunggal Kapolri dari Presiden Prabowo Subianto itu tidak hanya menyampaikan visi dan program transformasi Polri.

Ia juga memaparkan sembilan kegelisahan publik yang menurutnya masih harus dijawab institusi kepolisian.

Persoalan itu kini menjadi pekerjaan rumah Suyudi setelah DPR menyetujui dirinya sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Pada saat yang sama, Polri mengelola sumber daya negara dalam jumlah besar. Dalam APBN 2026, anggaran Polri tercantum sekitar Rp145,65 triliun. Dokumen Kementerian Keuangan menyebut anggaran tersebut antara lain mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, pelayanan publik, pengembangan SDM, peralatan, fasilitas, serta penguatan integritas dan akuntabilitas.

Dengan sumber daya sebesar itu, tantangan kepemimpinan Suyudi bukan hanya soal menambah program. Ia harus menerjemahkan kewenangan, personel, fasilitas dan anggaran Polri menjadi pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.