JAKARTA — Kardinal Oswald Gracias membuka Misa pembukaan Sidang Raya XII Federation of Asian Bishops’ Conferences (FABC) di Jakarta pada Selasa (21/7) dengan menyerukan agar Gereja di Asia memperkuat semangat sinodal sebagai landasan untuk membangun dialog, persaudaraan, dan pelayanan di tengah masyarakat yang semakin kompleks.

Gracias, Uskup Agung Emeritus Bombay yang ditunjuk Paus Leo XIV sebagai Utusan Khusus Takhta Suci untuk Sidang Raya FABC XII, mengatakan sinodalitas bukan sekadar metode pengambilan keputusan dalam Gereja, melainkan cara hidup yang menempatkan umat Allah berjalan bersama dalam mendengarkan, berdiskresi, dan melaksanakan misi bersama.

Dalam homilinya, ia mengatakan Gereja dipanggil untuk terus membuka ruang bagi karya Roh Kudus melalui sikap saling mendengarkan dan keterbukaan terhadap sesama. Menurutnya, semangat tersebut menjadi fondasi bagi Gereja untuk menjawab tantangan zaman sekaligus menghadirkan harapan di tengah masyarakat Asia yang beragam.

Misa pembukaan menandai dimulainya Sidang Raya XII FABC yang berlangsung di Jakarta pada 20–26 Juli. Pertemuan tersebut diikuti lebih dari 120 kardinal, uskup, imam, biarawan-biarawati, teolog, serta perwakilan umat awam dari berbagai negara Asia untuk merumuskan arah pastoral Gereja Katolik di kawasan dalam beberapa tahun ke depan.

Sidang mengusung tema “Konversi Sinodal dan Misi Menjadi Jembatan serta Pembangun Jembatan di Asia”, yang terinspirasi dari Yohanes 1:50, “Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar daripada itu.” Selama sepekan, para peserta akan mengikuti perayaan liturgi, refleksi rohani, diskusi, serta proses discernment melalui metode Conversation in the Spirit sebelum menyusun dokumen akhir dan pesan pastoral bagi Gereja di Asia.

Paus Leo XIV menunjuk Kardinal Gracias sebagai utusan khusus untuk mewakili Takhta Suci dalam pembukaan sidang. Dalam surat penugasannya, Paus menyampaikan harapan agar Gereja di Asia terus menjadi saksi iman, memajukan martabat manusia, dan memberikan tanggapan yang kreatif terhadap berbagai tantangan sosial di kawasan.

Indonesia menjadi tuan rumah Sidang Raya FABC untuk kedua kalinya setelah Bandung menjadi penyelenggara Sidang Raya V pada 1990. FABC, yang didirikan pada 1970, merupakan forum kerja sama para uskup Katolik di Asia dan menggelar sidang raya setiap empat tahun untuk mengevaluasi serta menetapkan arah misi Gereja di kawasan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.