BADUNG — Bali International Fashion Week (BIFW) 2026 kembali digelar setelah vakum selama empat tahun. Ajang fesyen internasional ini mempertemukan 31 desainer dan lebih dari 100 model dari 15 negara di kawasan The Nusa Dua, Badung, Bali.

BIFW 2026 berlangsung pada 24–26 September 2026 di Museum Pasifika, kawasan ITDC The Nusa Dua.

Sebelum agenda utama tersebut, rangkaian kegiatan telah dimulai dengan fashion show di Waterblow, Peninsula Island, pada Rabu (23/9/2026).

Direktur Kreatif BIFW 2026 Lenny Hartono mengatakan penyelenggaraan tahun ini dibuat lebih besar dibandingkan edisi perdana yang berlangsung pada 2022.

“Tahun ini adalah edisi kedua, yang mana tahun ini kami adakan jauh lebih meriah dan juga partisipannya lebih banyak,” ujar Lenny, Rabu (23/9/2026).

Menurut Lenny, salah satu pembeda BIFW 2026 adalah keterlibatan peserta dari berbagai negara.

Desainer dan model yang berpartisipasi berasal dari Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina, India, Yunani, Rusia, Kazakhstan, Armenia, Lituania, Italia, Meksiko, Australia, Prancis, serta Dubai.

“Jadi kami di sini ada kepesertaan dari 15 negara dari desainer dan juga dari model, yang mana tahun sebelumnya tidak ada. Dan juga tahun ini kami melihat antusiasnya jauh lebih bagus,” katanya.

BIFW 2026 mengangkat tema “Where Culture Meets Haute Couture”, yang mempertemukan identitas budaya berbagai negara dengan perkembangan fesyen kontemporer.

Lenny mengatakan konsep tersebut diterapkan dengan memberikan ruang bagi setiap desainer untuk membawa karakter budaya negara masing-masing melalui karya busana.

“Jadi masing-masing dari budaya kayak Kazakhstan, dia akan membawa baju yang bernuansa Kazakhstan, seperti juga Rusia dengan ciri khasnya mereka sendiri. Jadi masing-masing membawa budayanya tapi dalam bentuk fashion,” jelasnya.

Fashion show di Waterblow

Salah satu rangkaian BIFW 2026 digelar di Waterblow, Peninsula Island, The Nusa Dua. Tujuh desainer menampilkan karya mereka dengan latar pemandangan laut dan deburan ombak.

Vice President Commercial and Relation The Nusa Dua Made Purnama Damayanti mengatakan fashion show di Waterblow menjadi pengalaman pertama bagi kawasan tersebut.

“Kalau untuk venue fashion show memang pertama kali,” kata Made.

Pengelola kawasan The Nusa Dua menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan BIFW, termasuk dari aspek keamanan, kenyamanan, kebersihan, serta sarana dan prasarana.

General Manager The Nusa Dua I Made Agus Dwiatmika menilai penyelenggaraan event internasional seperti BIFW dapat mendorong pergerakan wisatawan sekaligus memberikan dampak terhadap ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif Bali.

“Kami melihat event bukan hanya sebagai aktivitas yang berlangsung di dalam kawasan, tetapi sebagai katalisator untuk menciptakan pergerakan wisatawan, memperpanjang pengalaman kunjungan, serta memberikan multiplier effect bagi ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali,” ujar Agus.

BIFW 2026 juga mempertemukan desainer, model, akademisi, komunitas kreatif, dan pelaku industri fesyen melalui pertunjukan busana serta kegiatan networking.

Lenny berharap kehadiran BIFW dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku fesyen lokal untuk terhubung dengan komunitas internasional.

“Saya berharap acara ini memberikan panggung yang lebih luas bagi para perancang busana dan pengrajin lokal, membangun hubungan yang bermakna dengan komunitas fesyen internasional, serta menginspirasi para kreator muda untuk percaya bahwa karya mereka dapat melangkah jauh melampaui pulau kita,” katanya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.