Leverage memungkinkan pengguna mengambil posisi dengan nilai lebih besar daripada modal yang digunakan sebagai margin. Mekanisme ini dapat memperbesar potensi keuntungan, tetapi juga meningkatkan potensi kerugian.
Apabila nilai posisi bergerak berlawanan dengan perkiraan pengguna dan persyaratan margin tidak lagi terpenuhi, posisi dapat mengalami likuidasi.
Karena itu, pemahaman terhadap mekanisme kontrak, perhitungan margin, dan risiko likuidasi menjadi bagian penting sebelum melakukan transaksi.
Dalam konteks ini, perlindungan konsumen tidak hanya berkaitan dengan keamanan penyimpanan aset. Informasi mengenai karakteristik produk, transparansi mekanisme perdagangan, dan pemahaman pengguna terhadap risiko juga menjadi faktor penting.
Bittime meluncurkan layanan Futures pada Juli 2026. Layanan tersebut menyediakan perdagangan kontrak perpetual berbasis USDT dengan pilihan posisi Long dan Short, serta mekanisme Cross Margin dan Isolated Margin.
Ryan mengatakan, fleksibilitas perdagangan perlu disertai pemahaman terhadap karakteristik produk dan risiko yang menyertainya.
“Dalam perdagangan Futures, fleksibilitas perlu berjalan seiring dengan pemahaman terhadap karakteristik produk dan risikonya. Karena itu, edukasi, manajemen risiko, dan penerapan standar keamanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan Bittime Futures dan perdagangan derivatif di Indonesia,” ujarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan