Menurut Budi, penyidik belum mengetahui apakah uang tersebut berhenti pada Erwin atau diteruskan kepada pihak lain.

“Nah, ini uang ini mengendap atau berhenti di ERW saja atau kemudian ada pihak-pihak lain yang kemudian diduga menjadi titik berikutnya, ya. Artinya, apakah uang ini kemudian mengalir? Ini mengalirnya ke mana?” ujar Budi.

Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya KPK melakukan follow the money. Sebelumnya, Budi juga menyatakan penyidik akan mengikuti aliran uang untuk melihat apakah penerimaannya berhenti pada orang-orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka atau bergerak kepada pihak lain.

“Apakah berhenti kepada orang-orang tersebut (para tersangka, red.) atau kemudian mengalir kepada pihak-pihak lain? Tentunya akan dilakukan follow the money. Kami akan ikuti aliran uang itu ke mana saja,” kata Budi pada 16 September 2026.

Mengapa Erwin Bisa Mengakses Kantah Bogor?

Selain uang, KPK juga mendalami posisi Erwin dalam perkara tersebut. Erwin merupakan pihak swasta dan tidak tercatat sebagai pejabat di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) maupun Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor.

Namun, menurut KPK, Erwin diduga memiliki akses untuk menyampaikan pesan terkait pengurusan HGB kepada Sontang.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.