JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mendorong Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk bertransformasi menjadi “perbankan patriotik” yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berperan aktif dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna mendorong pemerataan ekonomi nasional.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, yang menjelaskan bahwa Presiden Prabowo melihat sektor perbankan memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi yang manfaatnya harus dirasakan secara luas oleh masyarakat, khususnya UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.
“Presiden menginginkan Himbara menjadi apa yang disebut sebagai perbankan patriotik. Artinya, keberhasilan bank-bank milik negara tidak hanya diukur dari besarnya laba yang diperoleh, tetapi juga dari kontribusinya dalam menciptakan pemerataan ekonomi dan membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujar Qodari di Jakarta, Senin.
Menurut Qodari, Presiden Prabowo meminta bank-bank BUMN lebih aktif menjangkau pelaku UMKM dan memperluas penyaluran kredit kepada sektor-sektor produktif.
Akses pembiayaan dinilai harus semakin mudah, adil, dan terbuka bagi masyarakat yang memiliki potensi usaha namun masih menghadapi keterbatasan modal.
Prabowo juga mendorong perubahan pola kerja perbankan agar tidak hanya menunggu calon debitur datang ke kantor cabang.
Sebaliknya, Himbara diminta lebih proaktif turun langsung ke lapangan untuk memahami kebutuhan pelaku usaha dan membantu membuka akses pembiayaan yang dibutuhkan.
Meski memperkuat fungsi sosial dan ekonomi, Presiden menegaskan bahwa Himbara tetap harus dikelola secara profesional dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.
Pemerintah memastikan perluasan pembiayaan kepada UMKM tidak akan mengorbankan kesehatan industri perbankan nasional.
“Bank-bank Himbara akan tetap dikelola secara sehat, hati-hati, dan bertanggung jawab. Mandat untuk memperkuat peran sosial dan ekonomi akan dijalankan dengan profesionalisme yang tinggi,” tegas Qodari.
Data menunjukkan Himbara saat ini merupakan penyalur kredit UMKM terbesar di Indonesia, terutama melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang memiliki fokus kuat pada sektor mikro dan UMKM. Hingga Juni 2025, total kredit yang disalurkan bank-bank Himbara mencapai sekitar Rp3.714 triliun.
Meski demikian, porsi kredit UMKM secara nasional masih berada di angka sekitar 18,93 persen dari total kredit perbankan per Maret 2025.
Angka tersebut masih jauh dari target pemerintah yang menargetkan porsi kredit UMKM mencapai 30 persen dari total kredit perbankan nasional.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan