Dalam pertemuan tersebut, utusan khusus AS Steve Witkoff memaparkan 21-point plan sebagai proposal menciptakan perdamaian berkelanjutan. Prabowo mengaku tertarik pada poin ke-19 dan ke-20 yang membuka peluang bagi Palestina untuk menjadi negara merdeka dan menentukan masa depannya sendiri, serta adanya fasilitasi dialog damai antara Israel dan Palestina.

Menurut Prabowo, usulan tersebut dinilai sejalan dengan pandangan Indonesia. Bahkan, para pemimpin negara mayoritas Muslim sepakat memberikan dukungan terhadap rencana tersebut setelah melalui diskusi intensif.

“We like your plan. But the problem is not us. The problem is Prime Minister Netanyahu of Israel,” kata Prabowo mengingat pernyataan yang disampaikan kepada pihak AS dalam pertemuan tersebut.

Seiring perkembangan, gagasan pembentukan BoP kemudian muncul dan diadopsi dalam Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi 2803. Delapan negara tersebut kembali berunding dan akhirnya memutuskan untuk bergabung guna memiliki ruang lebih besar dalam memengaruhi kebijakan yang berpihak pada Palestina.

“Kalau kita di dalam, mungkin kita bisa pengaruhi dan membantu rakyat Palestina,” ujar Presiden.
“Kalau di luar (BoP), kita tidak bisa. Jadi, akhirnya kita putuskan, kita masuk,” imbuhnya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.