JAKARTA – Persoalan proyek hunian LRT City kembali menjadi perhatian pemerintah setelah sekitar 2.400 konsumen belum menerima unit yang mereka beli. Dari sekitar 5.400 unit yang telah terjual, sebanyak 3.000 unit disebut sudah diserahterimakan kepada konsumen, sedangkan sekitar 2.400 unit lainnya masih belum menerima unit.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meminta pihak pengembang bertanggung jawab atas persoalan tersebut.

“Harus diselesaikan ya. Kita akan minta pertanggungjawaban developer-nya,” kata Maruarar saat menanggapi persoalan proyek LRT City di Jakarta, Senin (15/9/2026).

Maruarar mengatakan Kementerian PKP akan menangani keluhan konsumen yang telah melaporkan persoalan proyek tersebut. Pemerintah juga berupaya mempertemukan konsumen dengan pihak pengembang untuk mencari penyelesaian.

Data mengenai sekitar 2.400 konsumen yang belum mendapatkan unit sebelumnya disampaikan Inspektur Jenderal Kementerian PKP Heri Jerman.

Konsumen tersebut berasal dari sejumlah proyek LRT City yang mengalami persoalan, antara lain di Tebet, Ciracas hingga Cibubur.

“(Ada berapa konsumen yang belum dapat unit?) 2.400-an,” kata Heri.

Data tersebut disampaikan berdasarkan informasi dari PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), pengembang LRT City, dalam pertemuan mediasi dengan konsumen dan Kementerian PKP.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.