Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami penurunan. Pada perdagangan saham Selasa (19/5), indeks melemah  3,46% ke level 6.370,68.

Sepanjang tahun ini, IHSG sudah terkoreksi 26,32 persen. Penurunan tersebut menjadikan IHSG sebagai salah satu indeks saham dengan kinerja terburuk di kawasan ASEAN maupun Asia Pasifik tahun ini.

Pelemahan IHSG pada hari ini  diikuti penyusutan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menjadi Rp11.109 triliun atau setara US$627 miliar. Sementara kapitalisasi pasar free float adjusted IHSG tercatat sebesar Rp2.842 triliun.

Aktivitas perdagangan saham terpantau ramai dengan volume transaksi mencapai 43,3 miliar saham dan frekuensi perdagangan sebanyak 2,77 juta kali transaksi. Nilai transaksi saham tercatat mencapai Rp25,78 triliun.

Berdasarkan data perbandingan indeks global, kinerja IHSG masih tertinggal dibandingkan sejumlah bursa regional. Bursa Thailand misalnya masih tumbuh 20,40 persen secara ytd, sementara Singapura naik 9,17 persen dan Vietnam menguat 7,68 persen.

Tekanan terbesar di pasar domestik datang dari saham-saham berkapitalisasi besar. Saham Bank Central Asia (BBCA) menjadi pemberat utama IHSG setelah turun 2,86 persen dan mengurangi indeks sebesar 16,39 poin. Selain itu, saham DSSA, MORA, TPIA, BRPT, hingga AMMN juga menjadi laggards utama perdagangan hari ini.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.