JAKARTA— Pemerintah tidak sedang semata-mata mengejar pengurangan jumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengatakan penataan prodi diarahkan untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Penjelasan itu disampaikan Stella setelah muncul arahan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto kepada para rektor agar tidak terus membuka prodi baru.

Stella mengatakan persoalan utamanya bukan pada banyak atau sedikitnya prodi, melainkan pada kemampuan perguruan tinggi menyiapkan lulusan yang dapat memperoleh pekerjaan dengan baik.

“Sebenarnya kita bukan fokus kepada prodinya, tapi kita harus memastikan bahwa kita menyiapkan lulusan yang bisa mendapatkan pekerjaan, dan pekerjaan yang bagus,” kata Stella seusai mengikuti rapat di DPD, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Menurut Stella, pemerintah masih mengkaji langkah yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi.

Penataan pendidikan tinggi juga perlu mempertimbangkan perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat, terutama akibat perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.