Pengumpulan kesaksian tersebut tidak terlepas dari inisiatif sejumlah mantan santri.

Yusron dan Zia disebut menjadi bagian dari kelompok mantan santri yang berusaha mengumpulkan informasi dari sejumlah orang yang pernah berada di lingkungan pesantren.

Mereka menyusun dokumen kesaksian dan mengumpulkan sejumlah rekaman percakapan yang kemudian disampaikan kepada pihak pendamping.

Dalam salah satu rekaman yang diberitakan sejumlah media, terdengar suara yang disebut sebagai Ahmad Imanuddin meminta agar persoalan tersebut tidak dibawa ke media.

“Tutup aib gurumu nanda,” demikian salah satu kalimat yang diberitakan dalam rekaman tersebut.

Keaslian dan konteks rekaman tersebut tetap menjadi bagian yang harus diverifikasi penyidik. Rekaman yang beredar tidak dengan sendirinya membuktikan tindak pidana sebelum diuji dalam proses hukum.

Mencuatnya kasus tersebut kemudian menimbulkan kekhawatiran di kalangan wali santri.

Pada Selasa, 22 September 2026, sejumlah orang tua datang ke lingkungan Ponpes ABW untuk menjemput anak-anak mereka.

Popmama melaporkan penjemputan dilakukan setelah munculnya laporan investigasi mengenai dugaan kekerasan seksual yang menyeret nama pendiri pesantren. Sejumlah orang tua bahkan membawa pulang barang-barang pribadi anak mereka.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.