Telkomsel melaporkan memiliki 95 paket internet yang dievaluasi Kemkomdigi.

Dari jumlah tersebut, 19 paket telah menggunakan mekanisme rollover. Sementara 76 paket lainnya masih menggunakan bentuk perlindungan berupa notifikasi mengenai masa berlaku dan sisa kuota.

Kemkomdigi juga mencatat adanya kendala teknis pada pengembangan sejumlah paket rollover Telkomsel.

Menurut Denny, beberapa paket yang seharusnya diluncurkan pada 28 September 2026 mengalami pergeseran jadwal menjadi minggu pertama Oktober.

“Kami mencatat terdapat beberapa pengembangan paket rollover Telkomsel yang mengalami pergeseran jadwal karena kendala teknis dari 28 September menjadi minggu pertama Oktober 2026. Kami meminta proses tersebut juga segera dituntaskan,” ujar Denny.

Kemkomdigi Minta Operator Penuhi Ketentuan

Dari evaluasi terhadap tiga operator tersebut, Kemkomdigi menyatakan masih terdapat kesamaan persoalan, yakni penggunaan notifikasi sebagai bentuk perlindungan terhadap kuota yang berpotensi hangus.

Menurut Kemkomdigi, pemberitahuan kepada pelanggan tidak cukup untuk menggantikan mekanisme yang memberikan perlindungan terhadap nilai ekonomi sisa kuota.

Karena itu, ketiga operator diminta memenuhi kewajiban perlindungan sisa kuota pelanggan sesuai ketentuan yang ditetapkan berdasarkan putusan MK.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.