Ketika seseorang merasa didengar dan diterima oleh pasangannya, komunikasi tersebut dapat memperkuat rasa kedekatan. Sebaliknya, kata-kata yang tidak disukai atau diberikan tanpa memperhatikan respons pasangan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.
Penelitian pada pasangan muda yang diterbitkan dalam The Journal of Sexual Medicine pada 2020 juga menemukan bahwa komunikasi seksual berkaitan dengan kepuasan seksual.
Dalam penelitian terhadap 126 pasangan, komunikasi seksual menjadi prediktor kepuasan hubungan, sementara frekuensi hubungan seksual tidak menunjukkan hubungan yang sama terhadap kepuasan hubungan dalam model penelitian tersebut.
Kualitas komunikasi lebih penting daripada sekadar “ngomong jorok”
Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada dasar ilmiah untuk mengatakan bahwa ngomong jorok secara otomatis membuat seseorang lebih bergairah.
Yang lebih konsisten ditemukan dalam penelitian adalah hubungan antara komunikasi seksual yang berkualitas dan kepuasan seksual maupun hubungan.
Penelitian yang diterbitkan pada 2024 dalam Journal of Social and Personal Relationships juga menemukan bahwa kualitas komunikasi seksual berkaitan dengan tingkat kepuasan seksual harian yang lebih baik pada pasangan yang diteliti.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan