JAKARTA — Ngomong jorok atau dirty talk kerap dianggap sebagai bagian dari komunikasi seksual pasangan. Bagi sebagian orang, penggunaan kata-kata yang lebih berani ketika bercinta dapat membangun suasana dan meningkatkan gairah.

Namun, tidak semua pasangan memberikan respons yang sama. Faktor kenyamanan, kedekatan emosional, preferensi pribadi, serta persetujuan pasangan ikut menentukan apakah komunikasi semacam itu justru terasa menyenangkan atau sebaliknya.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa yang penting dalam komunikasi seksual bukan semata-mata seberapa sering pasangan berbicara mengenai seks, tetapi juga kualitas komunikasi tersebut.

Penelitian: komunikasi seksual berkaitan dengan kepuasan

Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam Journal of Family Psychology pada 2022 menganalisis 93 penelitian dengan total 38.499 individu yang sedang berada dalam hubungan.

Penelitian Allen B. Mallory tersebut menemukan adanya hubungan positif antara komunikasi seksual dengan kepuasan hubungan maupun kepuasan seksual. Korelasi dengan kepuasan seksual tercatat sebesar r = 0,43, sedangkan dengan kepuasan hubungan sebesar r = 0,37.

Yang menarik, penelitian tersebut menemukan bahwa kualitas komunikasi seksual memiliki hubungan lebih kuat dengan kepuasan seksual dibanding frekuensi komunikasi.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.