JAKARTA — Masuknya kelompok usaha Jhonlin melalui PT Jhonlin Baratama ke PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tidak langsung mengubah posisi pengendali perusahaan tambang batu bara tersebut.
Manajemen Bayan Resources menegaskan Low Tuck Kwong tetap menjadi pemegang saham utama sekaligus pengendali BYAN, meskipun PT Jhonlin Baratama milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam akan mengambil sekitar 30 persen saham perseroan.
Kepastian tersebut disampaikan manajemen BYAN dalam keterbukaan informasi tertanggal 25 September 2026. Pernyataan itu muncul setelah Low Tuck Kwong dan Elaine Low menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama pada 16 September 2026.
Dalam transaksi tersebut, Jhonlin Baratama akan membeli 10.000.000.500 saham BYAN, setara sekitar 30 persen dari seluruh saham perseroan yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Transaksi belum efektif karena masih menunggu pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan.
Porsi Jhonlin 30 Persen
Setelah transaksi diselesaikan, PT Jhonlin Baratama akan menjadi salah satu pemegang saham terbesar BYAN dengan kepemilikan sekitar 30 persen.
Sementara itu, kepemilikan Low Tuck Kwong akan turun menjadi 6.951.170.541 saham atau sekitar 20,85 persen. Elaine Low akan memiliki 3.799.584.529 saham atau sekitar 11,39 persen.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan