Jika digabungkan, kepemilikan Low Tuck Kwong dan Elaine Low setelah transaksi mencapai sekitar 32,24 persen.

Komposisi tersebut menempatkan Jhonlin Baratama dan kelompok Low dalam posisi sebagai dua kelompok pemegang saham besar di BYAN. Namun, berdasarkan informasi yang diterima perseroan, posisi pengendali tetap berada pada Low Tuck Kwong.

“Sampai dengan tanggal surat ini dan berdasarkan informasi yang kami peroleh, Dato’ Low Tuck Kwong akan tetap menjadi pemegang saham utama dan pengendali perseroan,” demikian pernyataan manajemen BYAN, dikutip pada Selasa (29/9/2026).

Manajemen Bayan Resources menyatakan pembahasan dan negosiasi transaksi dilakukan antara pihak penjual dan pembeli.

Perseroan, Direksi, dan Dewan Komisaris BYAN tidak terlibat dalam pembahasan maupun negosiasi tersebut, dengan pengecualian Low Tuck Kwong yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur Bayan Resources.

Manajemen juga menyatakan belum memperoleh informasi tambahan mengenai perkembangan pemenuhan kondisi pendahuluan maupun target penyelesaian transaksi.

Karena itu, hingga informasi tersebut disampaikan, Jhonlin Baratama belum resmi menjadi pemegang saham BYAN. Status kepemilikan 30 persen tersebut baru berlaku setelah seluruh persyaratan dalam perjanjian jual beli saham bersyarat terpenuhi dan transaksi diselesaikan.

Peta Kepemilikan Berubah

Sebelum transaksi, Low Tuck Kwong dan Elaine Low menguasai sekitar 62,25 persen saham BYAN. Setelah 10.000.000.500 saham dialihkan kepada Jhonlin Baratama, kepemilikan gabungan keduanya turun menjadi sekitar 32,24 persen.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.