Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan Bandara Kertajati, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, dan Bandara Juanda Surabaya disiapkan sebagai lokasi pendaratan alternatif.

Dalam perkembangan berikutnya, pemerintah juga menyiapkan bandara di Yogyakarta dan Solo. Penumpang yang penerbangannya dialihkan ke bandara alternatif tersebut akan mendapat dukungan transportasi darat.

“Bagi penumpang yang maskapainya memindahkan penerbangan ke bandara alternatif tersebut, disediakan transportasi alternatif melalui darat berupa bus dan kereta api,” kata Dudy.

Sementara itu, Menteri Perhubungan mengumumkan sejumlah bandara alternatif dioperasikan selama 24 jam untuk menjaga mobilitas masyarakat selama gangguan akibat sebaran abu vulkanik.

Dudy menegaskan pemerintah tidak akan memaksakan operasional penerbangan apabila kondisi sebaran abu vulkanik masih berpotensi membahayakan keselamatan.

“Apabila memang seperti tadi, masa sebaran masih banyak, kemudian paper test-nya masih positif, maka kami tidak akan memaksakan bandara tersebut dibuka atau pengoperasian pesawat dilakukan,” katanya.

Menurut Dudy, keselamatan dan keamanan masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional penerbangan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.