Siklus tersebut menunjukkan bahwa komunikasi politik modern tidak hanya berlangsung melalui pidato atau pernyataan resmi. Sebuah kartu yang ditunjukkan selama beberapa detik dapat berubah menjadi objek berita, simbol identitas politik sekaligus bahan interpretasi.

Karena itu, kekuatan KTA Jokowi bukan semata terletak pada kartunya. Kekuatan komunikasinya berada pada konteks ketika kartu itu ditampilkan: siapa yang menunjukkannya, di mana, kapan, kepada siapa, dan bagaimana aktor lain meresponsnya.

Dalam politik yang semakin visual, benda sederhana dapat menjadi bahasa politik.

Dan ketika Jokowi mengatakan, “Politik ini kan momentum”, kalimat tersebut justru memberikan kunci penting untuk membaca peristiwa ini. Bahwa dalam politik, bukan hanya pesan yang penting, tetapi juga kapan sebuah simbol dipilih untuk diperlihatkan kepada publik.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.