Pengalaman Thailand dan Myanmar menunjukkan bahwa persoalan kekuasaan dan institusi politik tidak selesai oleh popularitas sebuah gestur.

Hal yang sama berlaku di Indonesia. Demonstrasi memperlihatkan ketidakpuasan, simbol membangun solidaritas, dan khotbah memperluas pesan dengan landasan moral.

Tetapi keberlanjutan gerakan tetap menuntut kemampuan mengorganisasi kepentingan, merumuskan agenda, dan menjaga ruang partisipasi publik.

Simbol dapat membuka ruang perlawanan dan iman dapat menjadi landasan moral, tetapi perubahan membutuhkan proses sosial-politik yang jauh lebih panjang.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.