“Betul anggaran kami itu adalah Rp11,77 triliun di APBN, tapi karena kami diizinkan melakukan langkah-langkah kreatif anggaran, contoh dari KUR Perumahan tahun ini kita mendapatkan Rp50 triliun,” kata Maruarar, dikutip pada Selasa (29/9/2027).

Kementerian PKP juga mencatat Kredit Program Perumahan (KPP) mencapai Rp25,8 triliun dengan jumlah debitur 110.582 hingga 24 September 2026. KPP ditujukan antara lain bagi UMKM pengembang, kontraktor, toko bahan bangunan, serta pelaku UMKM yang menggunakan pembiayaan untuk membeli, membangun, atau merenovasi rumah untuk kegiatan usaha.

Pengembang Masuk dalam Skema Penyediaan

Keterlibatan sektor swasta menjadi bagian lain dalam pelaksanaan program perumahan.

Wakil Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Bambang Eka Jaya mengatakan pengembang siap mendukung target Program 3 Juta Rumah di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.

“Dengan anggaran yang terbatas ini memang harus ada terobosan, harus ada kolaborasi. Kami dari REI siap membantu pemerintah untuk mengejar target 3 juta rumah,” ujar Bambang, seperti dikutip Kontan.

REI memiliki hampir 6.000 pengembang yang tersebar di 38 provinsi. Dalam laporan tersebut, REI juga menyebut kenaikan biaya konstruksi sekitar 15–20 persen serta persoalan harga tanah sebagai sejumlah tantangan yang dihadapi pengembang.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.