Artinya, pengalaman memimpin Banten bukan hanya pengalaman mengelola wilayah dengan karakter sosial yang khas.

Ada pengalaman mengelola koridor transportasi, industri, logistik dan mobilitas manusia dalam skala nasional. Kompleksitas itu membuat Banten memiliki karakter berbeda dari Polda Metro Jaya.

Metro Jaya berhadapan langsung dengan pusat pemerintahan dan politik nasional. Banten berhadapan dengan wilayah metropolitan, kawasan industri, bandara, pelabuhan, jalur Jawa-Sumatera dan masyarakat dengan konfigurasi sosial yang kompleks.

Keduanya memberikan pengalaman kewilayahan yang berbeda.

Namun demikian, kedekatan geografis Banten dengan Jakarta juga memiliki dimensi politik. Banten berada dalam orbit metropolitan Jakarta, tetapi pada saat yang sama memiliki persoalan keamanan dan sosialnya sendiri.

Dalam perspektif karier elite kepolisian, posisi semacam ini dapat dibaca sebagai ruang observasi kepemimpinan.

Bukan berarti ada mekanisme resmi yang menjadikan Banten sebagai tempat Presiden memilih calon Kapolri.

Tidak ada dasar untuk menyimpulkan bahwa setiap Kapolda Banten berada dalam jalur otomatis menuju kursi Kapolri.

Namun, kinerja seorang Kapolda di wilayah yang dekat dengan pusat pemerintahan sekaligus memiliki kompleksitas ekonomi, sosial dan keamanan dapat menjadi bagian dari rekam jejak yang diketahui berbagai institusi negara.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.