JAKARTA — Partai Demokrat mendukung wacana Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2029 digelar secara terpisah. Skema tersebut dinilai dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk lebih fokus menentukan wakil rakyat sebelum memilih presiden dan wakil presiden.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan pemisahan Pileg dan Pilpres merupakan opsi yang layak dikaji dalam pembahasan sistem Pemilu 2029.

“Ya, menurut saya bagus ya. Ini kan kembali ke sistem lama, ketika kemudian pilpres didahului oleh pileg,” kata Herman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Menurut Herman, mekanisme Pileg lebih dahulu kemudian Pilpres bukan hal baru dalam sejarah pemilu Indonesia. Pola tersebut pernah diterapkan pada Pemilu 2004 dan 2009.

Sementara pada Pemilu 2014, 2019, dan 2024, Pileg dan Pilpres dilaksanakan secara serentak.

Herman mengatakan salah satu konsekuensi dari pemisahan tersebut adalah hasil Pileg pada tahun yang sama dapat menjadi dasar pencalonan pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Dengan mekanisme tersebut, konfigurasi politik untuk Pilpres 2029 akan mengacu pada hasil pemilihan legislatif yang baru saja berlangsung, bukan hasil Pemilu lima tahun sebelumnya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.