Presiden menambahkan, penghasilan Ketua Mahkamah Agung Indonesia bahkan disebut telah melampaui take home pay Ketua Mahkamah Agung Singapura. Meski demikian, ia menegaskan bahwa perbaikan sistem hukum tidak boleh berhenti.

“Tapi kita terus harus memperbaiki,” ucapnya.

Presiden juga meminta seluruh aparat penegak hukum, mulai dari kejaksaan, kepolisian, hingga TNI, melakukan koreksi diri dan membersihkan institusi masing-masing dari praktik korupsi maupun penyimpangan.

“Kejaksaan, kepolisian, tentara harus koreksi diri. Harus menghilangkan penyelewengan dan korupsi dari tubuh masing-masing,” tegas Presiden.

Ia secara khusus mengingatkan agar aparat tidak justru menjadi pelindung praktik ilegal.

“Jangan justru aparat yang di belakang penyelewengan. Aparat yang backing penyelewengan. Aparat yang backing penyelundupan,” katanya.

Presiden menekankan bahwa TNI dan Polri harus menjadi institusi yang dekat dan dicintai rakyat. Ia pun menanggapi kritik dari sejumlah pihak terkait keterlibatan aparat dalam mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan.

“Mereka bertanya, kok polisi ngurus jagung? Kok tentara ngurus sawah? Saya katakan TNI adalah tentara rakyat. Polisi kita harus jadi polisi rakyat,” ujar Presiden.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.