JAKARTA, RMTVNews.com — Seorang pastor Katolik di Ekuador meninggal dunia setelah tertimpa salib besar yang terlepas dari dinding gereja saat ia memimpin Misa yang disiarkan secara langsung melalui media sosial, Sabtu malam, 17 Oktober 2026.

Beberapa menit sebelum kejadian, Pastor Patricio Alfredo Sánchez Molinari menyampaikan khotbah tentang kematian, waktu, dan pentingnya menggunakan kehidupan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan serta orang-orang terkasih.

“Suatu hari, kita semua yang berada di sini akan meninggal dunia,” demikian inti pesan yang disampaikan Sánchez dalam khotbahnya, sebagaimana dilaporkan media Ekuador, El Universo, pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Refleksi tersebut disampaikan ketika Sánchez memimpin Ekaristi di Gereja Nuestra Señora del Perpetuo Socorro, Guayaquil.

Rekaman ibadah yang disiarkan langsung itu kemudian mendokumentasikan peristiwa yang merenggut nyawanya.

Khotbah tentang Kematian dan Waktu

Dalam khotbahnya, Sánchez mengajak umat merenungkan penggunaan waktu dalam kehidupan sehari-hari. Ia membandingkan waktu yang dihabiskan untuk berbagai urusan duniawi dengan waktu yang dipersembahkan untuk Tuhan.

Menurut refleksi yang diberitakan El Universo, Sánchez mengingatkan bahwa manusia pada akhirnya akan menghadapi kematian. Karena itu, ia mengajak jemaat memperhatikan bagaimana waktu digunakan selama menjalani kehidupan.

Pesan tersebut disampaikan dalam konteks pembacaan Injil Matius mengenai jawaban Yesus kepada orang Farisi dan kaum Herodian: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Setelah menyampaikan refleksi dan doa penutup, Sánchez mengajak umat melanjutkan rangkaian akhir perayaan Ekaristi. Jemaat kemudian mengucapkan doa permohonan bersama.

Menurut laporan El Universo, kecelakaan terjadi ketika umat sedang mengulangi seruan, “Dengarkanlah, ya Tuhan, doa kami.”

Salib Jatuh Saat Misa Disiarkan Langsung

Pastor Sánchez sedang berada di depan altar ketika salib kayu besar yang terpasang di belakangnya tiba-tiba terlepas dari dinding dan menghantam kepalanya.

Rekaman siaran langsung memperlihatkan benda tersebut jatuh ke arah pastor yang sedang memimpin ibadah. Sánchez tidak terlihat sempat menghindar sebelum terkena hantaman.

Umat yang berada di dalam gereja langsung berteriak meminta pertolongan. Beberapa orang terdengar meminta agar ambulans dipanggil, sementara umat lainnya bergegas mendekati altar untuk membantu.

Laporan El Comercio menyebutkan, insiden tersebut terjadi di Gereja Nuestra Señora del Perpetuo Socorro, kawasan selatan Guayaquil. Rekaman kejadian kemudian beredar di media sosial setelah Misa yang disiarkan langsung itu terhenti akibat kecelakaan.

Associated Press (AP) juga melaporkan kematian Sánchez pada Minggu, 18 Oktober 2026. Kantor berita tersebut menyebut salib berat yang terpasang di atas altar terlepas dari dinding dan menghantam kepala pastor.

Keuskupan Konfirmasi Kematian Pastor

Keuskupan Agung Guayaquil mengonfirmasi kematian Patricio Alfredo Sánchez Molinari melalui pernyataan resmi yang ditandatangani Kardinal Luis Gerardo Cabrera Herrera, Uskup Agung Guayaquil.

Sánchez merupakan pastor paroki Gereja Perpetuo Socorro sekaligus anggota Kongregasi Mahakudus Penebus atau Congregation of the Most Holy Redeemer, yang dikenal sebagai Redemptoris.

Dalam pernyataannya, keuskupan menyampaikan belasungkawa kepada komunitas Redemptoris, keluarga, dan sahabat almarhum. Keuskupan juga mengajak umat untuk mendoakan pastor tersebut.

Sehari sebelum meninggal dunia, tepatnya Jumat, 16 Oktober 2026, Sánchez mendapat ucapan dari Keuskupan Agung Guayaquil untuk peringatan 15 tahun tahbisan imamatnya.

Sánchez lahir di Cuenca, Ekuador, pada 1973. Sebelum bertugas di Gereja Perpetuo Socorro, ia pernah melayani umat di Paroki San Lorenzo de Vinces, Provinsi Los Ríos, serta menjalankan pelayanan pastoral di sejumlah komunitas.

Paroki San Lorenzo de Vinces turut menyampaikan duka atas kematiannya dan mengenang pelayanan yang telah diberikan Sánchez selama beberapa tahun.

Setelah insiden tersebut, petugas kepolisian dari unit kriminalistik datang ke gereja untuk menangani jenazah, menurut laporan media lokal Ecuavisa.

Hingga laporan media diterbitkan pada 18 Oktober 2026, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab salib tersebut terlepas dari dinding.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.