Kondisi masing-masing perusahaan menjadi dasar dalam menentukan tahapan konsolidasi.
Dony mengatakan WIKA dan Waskita membutuhkan perhatian lebih karena persoalan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan struktur korporasi, tetapi juga aset dan beban utang.
“Terutama sekali WIKA dan Waskita. Kalau yang Hutama Karya, mereka relatif sehat. Jadi hanya WIKA, Waskita yang akan menjadi persoalan karena membutuhkan effort kita untuk melakukan restrukturisasi,” kata Dony.
Restrukturisasi kedua perusahaan tersebut akan mencakup optimalisasi atau divestasi aset untuk menurunkan beban utang. Setelah nilai kewajiban ditekan, sisa utang akan ditata melalui skema restrukturisasi.
“Divestasi aset mereka, menurunkan utangnya, sisanya akan kita restrukturisasi,” ujar Dony.
Dengan skema tersebut, agenda konsolidasi BUMN Karya kini berjalan dalam dua jalur.
Perusahaan yang relatif lebih siap didorong menuju merger, sementara perusahaan dengan persoalan keuangan lebih berat menjalani penyehatan terlebih dahulu.
Merger untuk Mengetahui Beban Riil
Pendekatan Danantara terhadap merger sebelumnya juga menunjukkan bahwa penggabungan perusahaan dimaksudkan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai posisi keuangan entitas hasil konsolidasi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan