Rute Berlapis untuk Menyamarkan Tujuan
Hasil penyidikan mengungkap perjalanan para korban dirancang melalui sejumlah negara.
Mereka dijadwalkan terbang dari Jakarta menuju Fuzhou, China, menggunakan Xiamen Air. Dari China, perjalanan dilanjutkan menuju Tokyo, Jepang. Namun, Jepang disebut bukan tujuan akhir.
Polisi menyebut rangkaian perjalanan tersebut hanya digunakan sebagai kedok sebelum para korban diarahkan menuju Korea Selatan.
Untuk memperkuat penyamaran sebagai wisatawan, para korban dibekali dokumen perjalanan untuk empat negara, yakni China, Jepang, Taiwan dan Korea. Sindikat juga menyiapkan pemesanan hotel serta apartemen di luar negeri.
“Modusnya menawarkan pekerjaan perkebunan dengan visa turis atau seolah-olah holiday,$ ujar Esha.
Dengan skema tersebut, perjalanan kerja non-prosedural dibuat menyerupai perjalanan wisata biasa.
Rp90 Juta per Orang
Selain menggunakan rute perjalanan berlapis, sindikat juga menarik biaya besar dari setiap calon pekerja.
Masing-masing CPMI diminta membayar Rp90 juta. Polisi menyebut biaya tersebut terdiri atas Rp75 juta untuk operasional dan Rp15 juta untuk pengurusan visa.
Dari skema tersebut, ANS diduga memperoleh sekitar Rp37,5 juta. Sementara MVR disebut mendapatkan keuntungan antara Rp18 juta hingga Rp24 juta.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan