KEM mengaitkan pendekatan tersebut dengan visi bioekonomi Indonesia 2045.

Organisasi ini menyebut pengembangan bioekonomi yang bertanggung jawab berpotensi mendorong peningkatan PDB sebesar 18 persen hingga mencapai Rp50,71 triliun.

KEM juga menyampaikan ambisi penurunan emisi karbon nasional hingga 0,38 miliar ton karbon dioksida (CO₂) per tahun melalui Indonesia Bioeconomy Initiative 2045.

Dalam rangkaian Bangkok Climate Action Week, pembahasan bioekonomi turut mencakup kebutuhan pembiayaan, pengembangan model bisnis, akses pasar, serta keterlibatan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam.

Paviliun Ekonomi Berbasis Alam juga menghadirkan pameran produk dan inisiatif masyarakat dari Indonesia serta negara-negara Global South.

Pengembangan ekonomi berbasis alam membutuhkan keterhubungan antara potensi sumber daya, pelaku usaha, pasar, dan pembiayaan.

Dalam agenda Bangkok Climate Action Week 2026, sejumlah diskusi membahas bagaimana solusi berbasis alam dapat berkembang dari program yang bergantung pada dukungan pendanaan menjadi model usaha yang memiliki pasar dan sumber pendapatan berkelanjutan.

KEM menyebut negara-negara Global South, termasuk Indonesia, menghadapi kerentanan struktural, urbanisasi yang berlangsung cepat, serta keterbatasan infrastruktur adaptasi iklim.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.