Dalam pembahasan bersama DPR pada awal September 2026, pemerintah mengusulkan nilai tukar rupiah sebesar Rp17.500 per dolar AS, tingkat imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun sebesar 6,9 persen, inflasi 2,5 persen dengan deviasi 1 persen, harga minyak mentah Indonesia atau ICP sebesar 75 dolar AS per barel, lifting minyak 612,5 ribu barel per hari, serta lifting gas 954 ribu barel setara minyak per hari.

Angka-angka tersebut menjadi dasar perencanaan fiskal, tetapi realisasinya tetap bergantung pada perkembangan ekonomi domestik dan global sepanjang 2027.

Investasi Menjadi Salah Satu Penopang

Investasi menjadi salah satu komponen yang diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam kerangka kebijakan fiskal 2027, pemerintah memproyeksikan investasi tumbuh 6,5–7,5 persen.

Arah kebijakan tersebut berkaitan dengan upaya memperkuat industri nasional, meningkatkan produktivitas, memperbaiki iklim usaha, dan mendorong transformasi struktural ekonomi.

Sektor investasi juga akan berkaitan dengan agenda hilirisasi. Pengembangan industri pengolahan mineral, kawasan industri, energi, manufaktur, serta sektor-sektor baru seperti ekonomi digital dapat menjadi bagian dari perubahan struktur ekonomi Indonesia.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.