Sebelumnya, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit pada 2026 berada dalam kisaran 8–12 persen. Perkembangan suku bunga perbankan, likuiditas, dan permintaan kredit akan menjadi salah satu saluran penting bagi aktivitas ekonomi.
Bagi dunia usaha, arah suku bunga akan memengaruhi biaya pembiayaan. Bagi masyarakat, perubahan suku bunga dapat berpengaruh terhadap kredit konsumsi, kredit rumah, pembiayaan kendaraan, maupun pinjaman usaha.
Rupiah dan Tekanan Ekonomi Global
Prospek ekonomi Indonesia pada 2027 juga tidak dapat dilepaskan dari kondisi eksternal.
Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia 2026 sekitar 3 persen, sementara tekanan inflasi global masih tinggi. Bank sentral juga mencatat risiko dari perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat dan tingginya imbal hasil US Treasury.
Perubahan suku bunga global dapat memengaruhi arus modal, nilai tukar rupiah, dan kondisi pasar keuangan domestik.
Karena itu, pemerintah dan Bank Indonesia pada 24 September 2026 kembali menegaskan pentingnya sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
Risiko yang Perlu Diperhatikan
Ada sejumlah variabel yang akan menentukan apakah target pertumbuhan 6 persen pada 2027 dapat dicapai.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan