Pada Pemilu 2019, PSI memperoleh 2.650.361 suara atau 1,89 persen suara nasional. Perolehan tersebut berada di bawah parliamentary threshold 4 persen.

Pada Pemilu 2024, suara PSI meningkat menjadi 4.260.169 suara atau 2,81 persen. Namun, angka tersebut juga masih berada di bawah ambang batas 4 persen sehingga PSI kembali tidak memperoleh kursi DPR RI.

Menjelang Pemilu 2024, Kaesang Pangarep bergabung dengan PSI dan kemudian terpilih sebagai Ketua Umum PSI pada 2023. Pada periode tersebut, Jokowi juga menunjukkan kedekatan dengan PSI dalam sejumlah agenda politik partai.

Memasuki persiapan Pemilu 2029, Jokowi tidak hanya menyatakan dirinya sebagai kader PSI, tetapi juga tampil dalam sejumlah agenda konsolidasi partai.

Jokowi sebelumnya menghadiri Rakorda PSI di Bandar Lampung pada Juni 2026. Keterlibatannya juga berlangsung dalam sejumlah agenda penguatan struktur PSI di daerah, termasuk di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain konsolidasi struktur, PSI menerima sejumlah politikus yang sebelumnya berkiprah di partai lain.

Sejumlah politikus berlatar belakang NasDem bergabung dengan PSI, di antaranya Ahmad Ali, Hendra Joni, Lutfi Halide, dan Resky Mulfiati Lutfi. PSI mengaitkan masuknya sejumlah kader tersebut dengan apa yang mereka sebut sebagai “Jokowi Effect”.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.