Marcel melihat fase tersebut sebagai proses yang dapat disebut sebagai institusionalisasi Jokowi Effect.
“Ketika Jokowi masih berada di luar struktur, pengaruhnya bersifat personal dan lebih fleksibel. Ketika sudah masuk struktur, pengaruh itu mulai memiliki bentuk kelembagaan. Karena itu, menarik untuk melihat apakah PSI nantinya mampu menjadikan Jokowi Effect sebagai PSI Effect,” katanya.
Bermain di Banyak Arena Politik
Keterlibatan Jokowi di PSI juga berlangsung bersamaan dengan dukungannya terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Pada Juni 2026, PSI menyebut Jokowi meminta partai tersebut mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga dua periode.
“Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode,” kata Ketua DPP PSI Bestari Barus.
Pernyataan tersebut menempatkan PSI pada dua konteks politik sekaligus yakni mendukung pemerintahan yang sedang berjalan dan membangun organisasi partai menuju 2029.
Marcel Gual menyebut situasi tersebut dapat dibaca melalui konsep nested games, yakni ketika seorang aktor politik bergerak dalam beberapa arena secara bersamaan.
“Ada arena pemerintahan Prabowo-Gibran, ada arena konsolidasi PSI, dan ada arena konfigurasi politik menuju 2029. Ketiganya tidak berjalan secara terpisah,” katanya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan