Menurut Mahfud, penempatan Listyo di KSP membuat mantan Kapolri tersebut tetap berada dalam struktur pemerintahan.

Ia juga menyinggung keberadaan sejumlah perwira tinggi Polri di lingkungan pemerintahan.

“Ada buktinya sama sekali yang langsung berurusan dengan publik. Jadi Pak Listyo diletakkan di situ dan orang-orangnya yang sudah bintang tiga itu diletakkan di situ,” ujar Mahfud.

Dari kondisi tersebut, Mahfud membaca keputusan Prabowo sebagai strategi politik untuk menjaga Listyo tetap berada dalam lingkungan kekuasaan.

“Itu artinya apa itu, itu bukan hanya digeser, menurut saya cerdik Prabowo, dikurung,” kata Mahfud.

Mahfud kemudian menjelaskan bahwa istilah “dikurung” yang digunakannya bukan berarti Listyo berada dalam kondisi berbahaya. Yang dimaksud adalah menjaga mantan Kapolri tersebut tetap berada di dalam pemerintahan dibandingkan berada di luar struktur kekuasaan.

“Karena kalau dilepas di luar itu kan bisa berbahaya, artinya bisa mengganggu lah, berbahaya sih ndak. Nis mengganggu, kurung aja di sini,” ujarnya.

Pergantian Kapolri Dilakukan Mendadak

Mahfud juga menilai proses pergantian Kapolri menunjukkan adanya perhitungan politik.

Menurut dia, keputusan mengganti Listyo dilakukan secara mendadak setelah wacana pergantian Kapolri beberapa kali muncul sebelumnya.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.