JAKARTA, RMTVNews.com — Low Tuck Kwong Foundation menghibahkan S$101 juta kepada Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP), bagian dari National University of Singapore (NUS), pada Februari 2023.
Hibah senilai sekitar Rp1,1 triliun itu ditujukan untuk mendukung pendidikan kebijakan publik dan pengembangan kepemimpinan di Asia.
Low Tuck Kwong merupakan pendiri sekaligus Presiden Direktur PT Bayan Resources Tbk, perusahaan pertambangan batu bara yang beroperasi di Indonesia.
Pengusaha kelahiran Singapura tersebut pindah ke Indonesia pada 1972 dan membangun bisnisnya di negara ini.
Dalam siaran pers pada 22 Februari 2023, LKYSPP menyebut sumbangan tersebut sebagai hibah terbesar yang pernah diterima sekolah kebijakan publik itu.
Dana tersebut digunakan untuk membentuk Low Tuck Kwong Foundation Advance Asia Leadership Fund dan Low Tuck Kwong Foundation Scholarship.
Dana pertama mendukung program kepemimpinan bagi pejabat publik dari negara-negara Asia, sedangkan program beasiswa menyediakan bantuan bagi mahasiswa Asia yang menempuh pendidikan pascasarjana di LKYSPP.
Ketua Low Tuck Kwong Foundation, Elaine Low, menyatakan hibah itu diharapkan memperkuat kerja sama antarnegara di kawasan.
“Kami percaya mahasiswa dan pemikir kebijakan akan memperoleh manfaat dari pembelajaran dan pertukaran bilateral, berbagi praktik terbaik, serta membangun kolaborasi yang bermakna antara Singapura, Indonesia, dan seluruh Asia,” kata Elaine dalam siaran pers resmi LKYSPP pada 22 Februari 2023.
Ia berharap kerja sama tersebut menghasilkan solusi praktis untuk berbagai persoalan masyarakat di Singapura dan negara-negara tetangganya.
Hibah Pendidikan Berlanjut ke NTU
Sumbangan S$101 juta itu bukan satu-satunya dukungan pendidikan dari keluarga Low Tuck Kwong di Singapura.
Menurut laporan The Straits Times pada 22 Februari 2023, Low sebelumnya memberikan S$3 juta pada 2011 untuk mendirikan Low Tuck Kwong Distinguished Professorship di NUS.
Pada 2021, ia juga mendukung Social Mobility Foundation di LKYSPP untuk membiayai penelitian akademik mengenai ketimpangan pendapatan dan mobilitas sosial.
Dukungan berikutnya diumumkan pada Maret 2025. Low Tuck Kwong Foundation memberikan hibah S$8 juta kepada Nanyang Technological University (NTU) Singapura untuk memperluas akses pendidikan dan mengembangkan talenta.
Dalam pengumuman resminya pada 14 Maret 2025, NTU menjelaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk mendukung bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa sarjana Singapura yang menghadapi keterbatasan finansial serta menyediakan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang ingin mengambil program magister penuh waktu di NTU.
“Hadiah sebesar S$8 juta kepada NTU Singapura akan membantu mendanai bantuan pendidikan baru bagi mahasiswa sarjana Singapura serta beasiswa bagi mahasiswa terbaik Indonesia,” demikian keterangan NTU dalam judul pengumuman resminya.
Aktivitas bisnis Low Tuck Kwong di Indonesia bertumpu pada industri batu bara.
Bayan Resources menjalankan kegiatan pertambangan di Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur.
Di sisi lain, sejumlah hibah pendidikan keluarga Low Tuck Kwong diarahkan kepada institusi pendidikan di Singapura.
Program-program tersebut mencakup beasiswa mahasiswa Asia, pengembangan kepemimpinan pejabat publik, penelitian sosial, serta dukungan bagi mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan di NTU.
Arah filantropi tersebut membuka ruang untuk melihat bagaimana kontribusi pengusaha di sektor ekstraktif terhadap pendidikan di Indonesia, terutama di daerah penghasil batu bara.
Penilaian mengenai kontribusi itu memerlukan data tentang program pendidikan yang didanai keluarga atau perusahaan di Indonesia, realisasi tanggung jawab sosial perusahaan, penerimaan daerah dari pertambangan, serta kondisi pendidikan di wilayah operasi.
Besarnya hibah kepada universitas di Singapura tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa masyarakat Indonesia tidak menerima manfaat dari kegiatan bisnis maupun filantropi keluarga Low Tuck Kwong.
Namun, data mengenai kontribusi pendidikan di daerah penghasil dapat menjadi dasar untuk membandingkan arah dukungan tersebut dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan