JAKARTA, RMTVNews.com – Menjual emas perhiasan tidak cukup hanya dengan membandingkan harga emas per gram. Berat, kadar emas, hasil pengujian, hingga potongan transaksi turut menentukan jumlah uang yang diterima penjual.
Pandai Emas, penyedia layanan jual beli emas di Jabodetabek, mengingatkan masyarakat untuk memeriksa sejumlah hal sebelum menjual perhiasan maupun emas batangan.
Langkah ini diperlukan agar penjual dapat membandingkan penawaran dari beberapa tempat secara lebih akurat.
Dalam keterangan tertulis yang diterima, Pandai Emas merangkum tujuh hal yang perlu diperiksa sebelum melakukan transaksi jual emas.
1. Memeriksa harga emas pada hari transaksi
Harga emas dapat berubah setiap hari. Penjual perlu mengetahui kisaran harga pembelian kembali atau buyback, bukan hanya harga emas yang ditawarkan kepada pembeli.
Harga beli dan harga buyback memiliki perbedaan yang disebut spread. Selisih tersebut perlu diperhitungkan ketika seseorang hendak menjual emas yang sebelumnya dibeli sebagai perhiasan maupun simpanan.
2. Memahami kadar emas yang dimiliki
Kadar menunjukkan proporsi emas dalam suatu barang dan umumnya dinyatakan dalam satuan karat. Emas 24 karat secara nominal menunjukkan kemurnian tertinggi, sedangkan emas 22 karat memiliki kandungan emas sekitar 91,6 persen.
Adapun emas 18 karat memiliki kandungan emas sekitar 75 persen dan emas 16 karat sekitar 66,7 persen.
Perhiasan biasanya dicampur dengan logam lain untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahannya.
Kode kadar terkadang tercantum pada bagian dalam cincin, pengait kalung, atau dokumen pembelian.
Namun, penjual tetap perlu memastikan kadar melalui pengujian karena informasi pada barang belum tentu menggambarkan hasil pengujian aktual.
3. Meminta pengujian kadar dilakukan secara terbuka
Metode pengujian emas antara lain menggunakan batu uji dan cairan asam, serta alat X-ray fluorescence (XRF) yang dapat membantu mengidentifikasi komposisi logam.
Penjual dapat meminta penjelasan mengenai metode pengujian yang digunakan, bagian perhiasan yang diperiksa, dan hasil yang dijadikan dasar penentuan harga.
Pemeriksaan tersebut penting terutama untuk perhiasan lama atau barang yang memiliki bagian sambungan dan pengait. Hasil pengujian perlu dijelaskan kepada penjual sebelum harga transaksi ditetapkan.
4. Memastikan berat emas ditimbang secara terbuka
Berat merupakan salah satu komponen utama dalam perhitungan nilai jual emas. Penjual sebaiknya dapat melihat angka pada timbangan digital dan memastikan timbangan menunjukkan nol sebelum barang diletakkan.
Untuk perhiasan yang dilengkapi batu atau permata, penjual perlu menanyakan apakah berat komponen tersebut diperhitungkan atau dikurangkan dalam penentuan harga.
5. Menanyakan seluruh potongan sebelum menyetujui transaksi
Penjual perlu meminta rincian mengenai berat barang, kadar hasil pengujian, harga per gram, potongan yang dikenakan, dan jumlah bersih yang akan diterima.
Harga yang terlihat lebih tinggi per gram belum tentu menghasilkan pembayaran akhir yang lebih besar apabila terdapat perbedaan penilaian kadar atau potongan transaksi.
Ongkos pembuatan yang dibayarkan ketika membeli perhiasan umumnya tidak kembali sepenuhnya saat barang dijual.
Nilai jual kembali lebih banyak ditentukan oleh kandungan emas dan ketentuan pembelian kembali yang berlaku di tempat transaksi.
6. Memastikan apakah emas tanpa surat dapat dijual
Dokumen pembelian yang hilang tidak selalu membuat emas tidak dapat diperdagangkan kembali. Sejumlah tempat jual beli menerima perhiasan tanpa surat dengan penilaian berdasarkan berat dan hasil pengujian kadar.
Hal serupa berlaku untuk perhiasan yang rusak, seperti kalung putus, cincin patah, atau anting yang kehilangan pasangannya.
Namun, persyaratan penerimaan dapat berbeda di setiap tempat sehingga penjual sebaiknya menanyakan ketentuan transaksi terlebih dahulu.
7. Memilih tempat transaksi dengan identitas dan alamat yang jelas
Penjual disarankan memeriksa keberadaan lokasi fisik, ulasan pelanggan, sistem keamanan, serta mekanisme pembayaran yang digunakan.
Bukti transaksi juga perlu diperhatikan, terutama ketika nilai emas yang dijual cukup besar. Penjual sebaiknya memastikan jumlah pembayaran sesuai dengan perhitungan yang telah disepakati.
Perbedaan Menjual Perhiasan dan Emas Batangan
Selain perhiasan, emas batangan atau logam mulia memiliki sejumlah karakteristik yang perlu diperhatikan ketika dijual kembali.
Emas batangan dari produsen seperti Antam dan UBS memiliki kadar yang terstandar. Meski demikian, penjual tetap perlu memeriksa harga buyback pada hari transaksi, kondisi fisik batangan, serta kelengkapan sertifikat atau kemasannya.
Penjualan emas batangan tanpa sertifikat atau kemasan asli dapat memiliki ketentuan berbeda, bergantung pada tempat transaksi. Karena itu, penjual perlu memastikan apakah barang tersebut diterima dan apakah ada perbedaan harga yang diberlakukan.
Membandingkan beberapa penawaran pada hari yang sama dapat membantu penjual memperoleh gambaran mengenai nilai transaksi yang tersedia di pasar.
Sementara itu, masyarakat yang hendak membeli emas batangan untuk simpanan jangka panjang perlu memperhatikan harga pembelian, selisih harga beli dan buyback, keaslian produk, serta ukuran gramasi.
Pecahan kecil memungkinkan pemilik menjual sebagian simpanan ketika membutuhkan dana, sedangkan pecahan besar umumnya memiliki harga per gram yang relatif lebih rendah.
Pilihan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas dan kemampuan keuangan masing-masing pembeli.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Add to Google
Tinggalkan Balasan