Evita juga menggarisbawahi keluhan para pelaku industri terkait rumitnya proses perizinan, termasuk prosedur Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta mempertanyakan dukungan kebijakan pemerintah yang menyebabkan daya saing industri Indonesia tertinggal dari Vietnam.
Ketimpangan efisiensi tersebut tecermin dari durasi realisasi investasi pabrik di lapangan. Jika pengurusan izin operasional dan pembebasan lahan di kawasan industri Vietnam rata-rata dapat dituntaskan dalam kurun beberapa bulan, proses serupa di Indonesia kerap memakan waktu berbulan-bulan hingga lebih dari satu tahun akibat birokrasi yang berbelit.
Celakanya, hambatan prosedural ini membuat biaya kepatuhan (compliance cost) investor membengkak sebelum pabrik mulai berproduksi.
Sinyal Positif Memasuki Kuartal IV
Di luar hambatan struktural tersebut, sejumlah indikator terbaru menunjukkan aktivitas ekonomi Indonesia memasuki kuartal IV 2026 tetap bergerak positif.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat inflasi September 2026 sebesar 3,28 persen secara tahunan, sementara neraca perdagangan mencetak surplus kumulatif 7,25 miliar dolar AS sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Ekspor industri pengolahan tumbuh 6,62 persen, dan impor bahan baku atau barang modal mendominasi hingga 91,3 persen dari total impor.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan