“Dalam ekonomi empiris, angka pertumbuhan tidak pernah berdiri sendirian. Pertumbuhan ekonomi bukan sekadar soal ‘berapa persen’, melainkan juga tentang bagaimana angka itu terbentuk, sektor mana yang menopangnya, aspek keberlanjutan, dan konsistensi dengan indikator ekonomi lainnya,” ujar Anggito dilansir detiknews.

Ia mengingatkan agar lonjakan angka pertumbuhan yang dipengaruhi faktor musiman atau dorongan stimulus fiskal tidak langsung ditafsirkan secara simplistis.

“Namun menyebut seluruh pertumbuhan tersebut sebagai ‘semu’ atau ‘artificial’ juga terlalu simplistis. Ekonomi tidak hanya bergerak melalui investasi besar dan ekspor, tetapi juga melalui penguatan permintaan domestik dan sirkulasi ekonomi lokal,” tegasnya.

Menurut Anggito, penguatan permintaan domestik dan sirkulasi ekonomi lokal justru menciptakan efek berganda melalui UMKM, rantai pasok, dan penyerapan tenaga kerja.

 

Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.