Sektor tersebut menyumbang Rp2,31 triliun atau 20,60 persen dari total penerimaan berdasarkan komposisi sektor usaha.
Posisi kedua ditempati sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum yang berkaitan erat dengan aktivitas pariwisata. Sektor ini menyumbang Rp1,85 triliun atau 16,50 persen.
Berikutnya adalah aktivitas keuangan dan asuransi sebesar Rp1,32 triliun atau 11,83 persen, administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib Rp1,15 triliun atau 10,26 persen, industri Rp786,7 miliar atau 7 persen, real estat Rp654,3 miliar atau 5,82 persen, serta aktivitas profesional, ilmiah dan teknis Rp533 miliar atau 4,74 persen.
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa penerimaan pajak Bali berasal dari beragam aktivitas ekonomi.
Perdagangan berada di posisi teratas, sedangkan sektor akomodasi dan makan-minum yang berkaitan langsung dengan pariwisata berada di posisi kedua.
8 KPP Tumbuh Positif
Dari sisi administrasi perpajakan, seluruh delapan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di Bali mencatatkan pertumbuhan positif.
Realisasi terbesar tercatat di KPP Madya Denpasar dengan penerimaan Rp5,52 triliun atau tumbuh 5,51 persen secara tahunan.
Capaian tersebut menjadi bagian dari penerimaan pajak Bali yang terus meningkat sepanjang 2026.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan