Pertama, arena internal PSI. Jokowi masuk ke struktur partai ketika PSI masih dipimpin Kaesang. Konsolidasi organisasi, kaderisasi, pembagian kewenangan, penguatan struktur daerah, dan pembangunan identitas partai menjadi bagian dari permainan internal tersebut.
Pada 26 September 2026, Jokowi bahkan menyebut struktur PSI di Kota Bandung telah mencapai 100 persen pada tingkat DPC dan DPRt ketika menjelaskan kehadirannya bersama Kaesang di Bandung.
Kedua, arena pemerintahan Prabowo-Gibran. PSI berada dalam konfigurasi pendukung pemerintahan. Karena itu, posisi PSI tidak dapat sepenuhnya dipisahkan dari hubungan politik dengan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Namun dukungan terhadap pemerintah tidak otomatis menghilangkan kepentingan PSI sebagai partai yang harus membangun identitas dan basis politik sendiri.
Ketiga, arena hubungan PSI–Gerindra. PSI dan Gerindra berada dalam barisan politik yang sama dalam mendukung pemerintahan. Namun keduanya tetap merupakan organisasi politik yang memiliki struktur, identitas, kepentingan, dan basis elektoral masing-masing.
Keempat, arena Pemilu 2029. PSI harus memperkuat dukungan elektoral setelah tidak mencapai ambang batas parlemen pada 2024. Gerindra, pada saat yang sama, memiliki basis elektoral yang jauh lebih besar dan harus mempertahankan posisi politiknya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Tinggalkan Balasan